Konsep Forest City pada Ibu Kota Baru
![]() |
| Sumber Gambar |
Presiden Joko Widodo menetapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia menggantikan Jakarta, Jakarta pada saat ini pada dianggap sudah tidak sanggup untuk menaggung beban sebagai pusat pemeritahan sekaligus sebagai pusat ekonomi hal ini memicu permasalahan seperti kemacetan, sampah, banjir dan penurunan permukaan tanah kota Jakarta akibat eksploitasi air tanah, Peneliti ITB Heri Anderea mengatakan penurunan permukaan tanah DKI Jakarta berkisar 1 – 20 cm dan pada tahun 2050 sekitar 95% permukaan tanah Jakarta utara akan ditutupi oleh air laut. Meninjau permasalah ibu kota Indonesia yan sekarang ini pemerintah presiden Jokowi membuat keputusan yang dapat dikatakan sebagai realisasi dari wacana pemimpin sebelumnya seperti presiden Soekarno yaitu pemindahan ibu kota negara Indonesia.
Provinsi Kalimantan Timur di pilih sebagai lokasi ibu kota baru negara Indonesia tepatnya pada sebagian wilayah kabupaten kutai kartanegara dan kabupaten penajam paser utara. Kalimantan merupakan salah satu rumah produksi oksigen dunia yang beberapa tahun terakhir sedang menghadapi ancaman exploitasi dari pemanfaatan lahan sebagai areal pertambagan dan kebun kelapa sawit dan kebakaran hutan yang menghanguskan sejumlah besar Kawasan hutan di pulau Kalimantan. Beberapa hal tersebut memunculkan pertanyaan apakah pemindahan ibu kota sebagai keputusan yang tepat untuk mengatasi permasalahan di ibu kota yang lama atau malah sebaliknya menimbulkan permasalahan sama di lokasi ibu kota negara yang baru maka di perlukan strategi dan konsep yang matang agar tidak menciptakan permasalahan yang sama seperti pada ibu kota yang lama.Pemerintah melalui kementerian ATR-BPN menyampaikan bawha pengembangan Ibu Kota baru mengusung konsep Forest City. Apakah konsep forest City
Konsep forest city merupakan konsep yang menawarkan kehidupan kota yang bedampingan dengan hutan. Konsep forest city memiliki focus pengembanagan kota pada peningkatan hubungan antara penduduk kota dan alam dengan tujuan menurunkan tinggkat stress penduduk, menjaga kota tetap sehat, layak huni dan mempertahankan kondisi alam sekitar untuk generasi yang akan datang. Konsep forest city pada ibu kota baru Indonesia akan di kembangkan dengan menyediakan jumlah RTH sebesar 50% dari total luas wilayah kota.
Konsep Forest City telah di kembangkan di beberapa Kota di dunia salah satunya adalah Kota Liuzhou, Tiongkok mengembangkan program yang di beri nama Liuzhou Forest City, program ini di kembangkan sebagai tempat tinggal lebih dari 30.000 jiwa dan 40.000 pohon, bangunan – bangunan akan di lengkapi dengan system vegetasi yang kemudian menjadi tempat bagi 800 pohon, 45.000 rumput hijau dan 1.500 tumbuhan lainnya yang di letakkan di balkon maupun di permukaan bangunan. Program Liuzhou Forest City ketika rampung akan menyerap 10.000 ton CO2 dan 57 ton polusi setiap tahunnya dan berkontribusi dalam produksi oksigen hampir 900 ton. Forest city dapat dikatakan sebagai konsep yang tepat terhadap ibu kota baru Indonesia.


Komentar
Posting Komentar